Wisata Pendidikan di Monumen Pers Kota Solo 

Monumen Pers yang teletak di Jl. Gajah Mada 59 Surakarta, Jawa Tengah merupakan Cagar Budaya Indonesia. Monumen ini pertama kali di manfaatkan untuk pertemuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Dan untuk saat ini, Monumen Pers menjadi salah satu wisata pendidikan di kota Solo.

Awal Mula Berdirinya Monumen Pers di Solo

Monumen Pers di operasikan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Indonesia, monumen ini resmi di dirikan pada tahun 1978. Sebenarnya, bangunan Monumen Pers sudah beberapa kali mengalami pembaruan. Pada zaman dahulu yaitu sekitar tahun 1918, bangunan ini dulunya didirikan atas perintah Pangeran Surakarta, Mangkunegara VII.

Bangunan yang awalnya diberi nama  “Societeit Sasana Soeka” ini di rancang oleh Mas Abu Kasan Atmodirono. Pada tahun 1956 khususnya dalam acara perayaan 10 tahun PWI, wartawan tenama S. Tahsin, Rosihan Anwar dan B.M. Diah menyarankan agar didirikan yayasan yang akan menaungi Monumen Pers Nasional. Kemudian, yayasan tersebut diresmikan pada tanggal 22 Mei 1956 dan pada tanggal 9 Februari 1978, setelah beberapa bangunan di Monumen Pers dilengkapi, monumen ini resmi dibuka. Sebagian besar koleksi museum disumbangkan oleh Soedarjo Tjokrosisworo.

Berbagai Koleksi yang Ada di Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional memiliki lebih dari satu juta koleksi majalah dan koran, serta berbagai benda sejarah yang berhubungan dengan pers Indonesia. Beberapa fasilitas yang ada di Monumen Pers yaitu koran gratis yang bisa dibaca oleh semua pengunjung, perpustakaan dan ruang multimedia. Selain fasilitas tersebut, di Monumen Pers terdapat artefak milik jurnalisme dari berbagai zaman yaitu seperti: kamera, jurnalisme, baju, perlengkapan parasut dan mesin ketik underwood.

Di depan gedung Monumen Pers terdapat beberapa papan baca surat kabar seperti Solopos, Republika dan Suara Merdeka yang bisa dibaca gratis oleh para pejalan kaki. Di teras Monumen Pers ada empa arca naga yang berukuran besar. Jika anda berkunjung ke museum ini dan lewat pintu samping, anda tidak perlu membayar alias gratis.

Pada bagian depan Monumen Pers yaitu ruang utamanya terdapat pahatan kepala para tokoh penting dalam sejarah jurnalisme di Indonesia, seperti Djamaludin, Adinegoro, Tirto Adhi Soerjo, Ernest Douwes Dekker dan Sam Ratulangi. Sedangkan di belakang ruang utama terdapat beberapa diorama.

Di diorama pertama menyuguhkan berita-berita di Indonesia dan bentuk komunikasi, di diorama kedua memperlihatkan tentang keadaan pers di zaman kolonial, diorama ketiga memperlihatkan pers pada masa penjajahan Jepang, diorama keempat yaitu pers pada masa revolusi nasional dan diorama kelima memperlihatkan keadaan pers pada masa orde baru, sedangkan pada diorama terakhir melukiskan keadaan pers pada tahun 1998 yaitu setelah dimulainya era reformasi pada tahun 1998.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai Monumen Pers. Jika anda berkunjung ke sana, bukan hanya hiburan yang anda dapatkan, namun tentunya anda juga akan memperoleh pengetahuan serta menambah wawasa seputar pers di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Nike Air Max Heels Outlet Online
  • Nike Lunar Flyknit Chukka Outlet Online
  • Nike Air Max 97 Outlet Online
  • Golden Goose Italia Outlet Online
  • Nike Air Max Sandals Outlet Online

  • TOP