Membangun Wisata Religi di Indonesia

Diberlakukannya kesepakatan MEA (Masyarakat Economi Asean), membuka pintu kesempatan lebar-lebar bagi sepuluh negara yang tergabung di Asia tenggara untuk unjuk gigi. Di sini saatnya persaingan sehat antarnegara dimulai. Tiap-tiap negara akan memajukan mutu pruduk dan pelayanan jasa untuk meningkatkan stabilitas ekonomi. Setiap negara akan berpacu menarik perhatian wisatawan asing untuk datang dan menanamkan modal. Juga, sekaligus menggugah minat masyarakat lokal untuk mau menggunakan produk dalam negeri.

Bicara soal wisata, Indonesia memiliki ragam wisata yang tidak kalah komplit dibandingkan negara-negara lain. Beberapa di antaranya seperti wisata alam, wisata belanja, dan wisata kuliner. Ada juga jenis wisata yang tidak boleh dikesampingkan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia yakni wisata religi, khususnya situs-situs wisata agama Islam.

Indonesia memang bukan negara Islam. Indonesia merupakan negara kesatuan yang mengakui beberapa kepercayaan di dalamnya. Namun, objek-objek wisata religi Islam yang ada, dapat menjadi identitas tambahan bahwa Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh masyarakat Indonesia. Jadi, sasaran wisata para wisatawan luar maupun domestic tidak hanya tertuju pada keindahan panorama alam  Indonesia, produk kerajinanan, ataupun masakan saja. Tapi juga wisata religi dengan sejarah yang kuat di dalamnya.

Di sinilah tantangan pemerintah untuk memajukan obyek-obyek wisata religi di Indonesia. Bagaimana caranya agar wisata religi Islam dapat menjadi satu daya tarik dan penumpas rasa penasaran wisatawan. Mengapa Thailand bisa berhasil meramaikan objek-objek wisata religinya seperti Patung Bundha Emas dan Kuil Emerald? Bahkan, wisatawan yang berkunjung ke sana bukan hanya yang beragama Budha saja. Ini yang seyogyanya yang perlu kita tiru.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa objek wisata religi yang begitu memukau. Namun, beberapa di antaranya mungkin belum terlalu dikenal publik. Oleh karena itu, berikut daftar objek wisata religi Islami Indonesia. Siapa tahu, suatu saat Anda tertarik mengunjunginya dan membagi cerita keindahanyannya pada orang lain.

  1. Masjid Baiturahman

Masjid Baiturahman terletak di pusat kota Banda Aceh. Mesjid ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tapi juga kebanggaan seluruh bangsa Indonesia. Betapa tidak? Kemegahannya telah diakui hingga ke seluruh Asia Tenggara.

Masjid Baiturahman terletak di pusat kota Banda Aceh. Dibangun pada tahun 1612 silam atau bertepatan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Suatu keuntungan tersendiri bagi masjid ini karena posisinya yang strategis dan mudah dijangkau oleh wisatawan. Saat menginjakkan kaki di dalamnya, tiada yang lain dirasakan selain kedamaian dan udara yang sejuk.

Tepat di salah satu sudut luar Masjid Baiturrahman, wisatawan dapat melihat sebuah prasasti yang mengisahkan tentang sejarah tewasnya 400 pasukan bersama Jenderal Belanda J.H.C Kohler.

baiturrahman

Pemilik Foto  acehbox.com

  1. Masjid Baiturrahim, Aceh

Masjid Baiturrahim terletak di Ulee Lheue, Aceh. Kemegahannya memang tidak setara Masjid Baiturrahman, namun bukan berarti pantas untuk dilewatkan.

Masjid ini merupakan warisan dari Sultan Aceh pada abad ke-17. Banyak sekali cerita yang menggetarkan hati di balik keberadaan Masjid Baiturrahman. Dahulu, selain sebagai tempat beribadah, masjid ini dijadikan tempat berlindung masayarakat Indonesia saat terjadi perang. Masjid ini pernah dibakar Belanda karena kompeni ingin menguasai Aceh dan menolak kegiatan-kegiatan yang bernapas Islam.

Selain itu, Masjid Baiturrahim merupakan di Ulee Lheue yang tidak lenyap diseret gelombang tsunami dahsyat. Di masjid ini, beberapa masyarakat setempat berlindung dari keganasan ombak yang meluluh lantakkan dan menyapu bersih seluruh daratan. Hanya beberapa bagian luarnya yang rusak dan telah direnovasi.

Kini, popularitas Masjid Baiturrahim mulai menanjak. Wisatawan yang datang bukan sekadar ingin beribadah di dalamnya, tapi juga melihat bukti-bukti sejarah tsunami yang turut dipamerkan pada suatu ruangan khusus yang terdapat di dalamnya.

bayturrahim

Pemilik Foto: https://id.wikipedia.org

  1. Makam Kerkhoff

Makam Kerkhoff adalah satu dari sekian banyak objek wisata religi dalam bentuk perkuburan di Indonesia. Makam ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan ditujukan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi tentara-tentara Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan Indonesia. Terdapat sekurang-kurangnya 2200 tentara Belanda beserta 4 oran jenderalnya yang dimakamkan di sini, juga beberapa orang tentara pribumi.

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut berbangga hati, karena Makam Kerkhoff yang berada di Aceh merupakan makam tentara Belanda terbesar ke-2 di dunia setelah makam Kerkhoff yang berada di negeri Belanda. Bangunanya memiliki desain arsitektur yang berkelas, dengan penggambungan corak Eropa dan Aceh yang begitu kental.

Yang menarik perhatian, ada satu makam yang letaknya agak terpisah dari barisan makam-makam lain. Tampilannya tidaklah istimewa. Hanya berupa makam panjang dengan nisan yang memanjang ke atas. Warna batunya telah mengusam dan di beberapa bagian tampak mulai retak. Makam itu bukan milik tentara Belanda, melainkan makam putera Iskandar Muda sendiri yang bernama Meurah Pupok.

Makam Meurah Pupok mengingatkan kita akan sebuah sanksi dalam hukum Islam yang berkenaan dengan perilaku zina yakni rajam. Semasa hidupnya, Meurah Pupok diketahui berzina dengan istri seorang Perwira Muda yang menjabat sebagai pelatih perang. Perbuatan Meurah Pupok memantik murka sang ayah. Ia dirajam oleh ayahnya sendiri hingga mati dan dimakamkan di Kerkhoff. Dari kematian Meurah Pupok kita dapat memetik pelajaran bahwa hukum Islam itu keras, tegas, dan berlaku sama rata.

Sampai saat ini, makam Kerkhoff masih sering diziarahi oleh wisatawan luar, terutama wisatawan dari Belanda yang ingin melihat langsung makam leluhur mereka.

Daya tarik Gili Trawangan untuk wisatawan asing adalah suasananya yang tidak sehiruk pikuk Kuta di Bali, keakraban dengan penduduk setempat, serta pasir pantainya yang putih.

Pemilik Foto : http://oldlook.indonesia.travel/id

  1. Masjid Agung Islamic Centre, Rokan Hulu-Riau

Beranjak dari Aceh, mari kita jalan-jalan ke Riau, tepatnya Rokan Hulu. Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Riau dan mendapat julukan negeri seribu suluk. Di sana terdapat sebuah masjid megah yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk “membelokkan” perjalanan wisata mereka ke Rokan Hulu.

Di sini wisatawan akan melihat sendiri keindahan Masjid Agung Islamic Centre yang dibangun pada lahan seluas 22 hektar, dengan menara utama setinggi 99 meter (angka 99 mewakili Asmaul Husna). Berhias kaligrafi, batu-batu alam bernilai tinggi yang didatangkan langsung dari Turki dan Kalimantan, serta beberapa ornamen dari Italia.

Masjid Agung Islamic Centre memiliki beberapa ruangan. Selain ruang utama yang digunakan sebagai tempat beribadah, ada beberapa fasilitas lain seperti perpustakaan digital yang terhubung langsung dengan pustaka besar di Kairo, ruang kebugaran (fitness center) yang mengedepankan teknik olah tubuh ala Rasulullah, taman, dan business centre.

Semenjak Masjid Agung Islamic Centre dibangun, jumlah wisatawan yang datang ke Rokan Hulu meningkat, terutama di hari-hari libur atau hari-hari besar Islam seperti Ramadhan, Maulid Nabi, dan tahun baru Islam. Masjid Agung Islamic Centre memang bukan sekadar tempat ibadah umat Islam saja, melainkan masjid paripurna terbaik tingkat nasional, serta menjadi salah satu ikon wisata religi terbesar dan termegah di Riau.

masjid-agung-madani-rohul-terbaik-se-indonesia

Pemilik Foto : http://www.putramelayu.web.id/

  1. Masjid Seribu Tiang, Jambi

Beralih ke Jambi, terdapat satu masjid fenomenal yang berbeda dari kebanyakan masjid-masjid pada umumnya. Masjid Al-Falah, begitu nama aslinya. Tapi oleh masyarakat setempat, masjid ini dipopulerkan dengan julukan masjid seribu tiang.

Masjid Seribu Tiang dibangun tanpa menggunakan dinding, pintu, maupun jendela. Atapnya ditegakkan oleh banyaknya tiang-tiang yang digunakan. Pada kaki-kaki tiang, sarat akan ukiran-ukiran yang mengesankan masjid ini mengusung seni Jawa tradisional yang begitu kentara.

 Meski udara bebas masuk tanpa batas, jangan membayangkan masjid ini akan kotor dan berdebu. Kebersihan dan kerapian di dalamnya tetap terjaga dengan rapi. Jika Anda ingin mendapatkan suasana beribadah yang lebih lega dan adem, silakan berkunjung ke Masjid Seribu Tiang yang berada di kota Jambi.

Itulah beberapa objek wisata religi Islami yang dapat kami sajikan. Masih banyak lagi objek wisata religi Islami lainnya yang tidak kalah menganggumkan. Semoga pada kesempatan selanjutnya, kami dapat mengulasnya kembali untuk pembaca.

msjid-seribu-tiang

Pemilik Foto: http://www.jambipos-online.com/

Pemilik Foto : http://indonesiaexplorer.net/

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Nike Air Max Heels Outlet Online
  • Nike Lunar Flyknit Chukka Outlet Online
  • Nike Air Max 97 Outlet Online
  • Golden Goose Italia Outlet Online
  • Nike Air Max Sandals Outlet Online

  • TOP